Lifestyle Traveling

5 Cara Taklukkan ‘Penjilat’ di kantor

Penjilat atau manusia bermuka dua dimana pun ada, bukan hanya ruang lingkup pekerjaan tapi juga organisasi, sekolah bahkan sampai pertemanan.  Istilahnya dimana aja ya ada,  jadi ngak usah heran.

Menurut Kamus besar bahasa indonesia KBBI  penjilat berarti orang yang suka berbuat sesuatu untuk mencari muka dengan tujuan mendapatkan pujian hingga mendapatkan keuntungan pribadi. 
Saya tahu kamu pasti merasa gerah atau bahkan galau dan mungkin iri dengan keberhasilan seorang penjilat di kantor atau sekolah kamu, yang menduduki posisi yang kamu incar.  Padahal kamu sudah mengerahkan segala kemampuan dan totalitas bertahun-tahun,  tapi kalah hanya dengan kalimat manis si penjilat pada bos!

Berdasarkan berbagai referensi yang saya baca sebenarnya sebab musabab ada orang penjilat adalah dua hal yaitu sikap pemimpin dan watak manusianya sendiri.

1. Pemimpin yang memang suka  ‘DIJILAT’

Pernah lihat anjing kalau dikasih makan,  setelah makanan habis maka ia akan menjilati majikannya agar makanan ditambah.  Nah perumpamaan seperti inilah yang pas menggambarkan hubungan si bos dan penjilat.

Bos atau pimpinan dimana pun mungkin suka bila di ‘angkat-angkat’ di sebut dirinya MAMPU padahal ya ngak juga.

Contohlah Nabi Muhammad SAW,  ia sungkan di puci padahal segala puja dan puji harusnya di sematkan pada dirinya.

Rasulullah memberikan tiga kiat bagi pemipin agar dapat menjadi tauladan bagi pengikutnya ( anak buah, bawahan ) yang pertama adalah mawas diri agar tidak terbuai pujian orang lain.

Setiap kali ada yang memuji beliau, Rasulullah SAW menanggapinya dengan doa, “Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang-orang itu.” (HR Bukhari).

Lewat doa ini, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa pujian adalah perkataan orang lain yang potensial menjerumuskan kita. Ibaratnya, orang lain yang mengupas nangka, tapi kita yang kena getahnya.

Kedua, menyadari hakikat pujian sebagai topeng dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain. Karena, ketika ada yang memuji kita, itu lebih karena ketidaktahuannya akan sisi gelap kita. Oleh sebab itu, kiat kedua Rasulullah SAW dalam menanggapi pujian adalah dengan berdoa, “Ya Allah, ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku).” (HR Bukhari).

Dan ketiga, kalaupun sisi baik yang dikatakan orang lain memang benar ada dalam diri kita, Rasulullah SAW mengajarkan agar memohon kepada Allah SWT untuk dijadikan lebih baik lagi. Maka, kalau mendengar pujian seperti ini, Rasulullah SAW kemudian berdoa, “Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira.” (HR Bukhari).

Intinya pujian itu rentan membuat kita sombong, sehingga kadang kita tak bisa membedakan mana pujian secara tulus atau pujian dengan tujuan menjilat.

Karyawan penjilat disebabkan oleh pemimpin yang memberi celah,  yang mengedepankan dirinya yang ingin disanjung, dielukkan dan puci.  Wajar saja toh dia pun manusia biasa,  tapi khilaf 🙂

Tapi berdasarkan pengalaman pribadi, tak semua bos punya tipe ini banyak juga yang sangat inspiratif. Saya pernah punya bos yang saya kagumi karena pekerja keras, sabar, ngemong anak buah dan sangat cerdas.

Saking cerdasnya dia tahu mana anak buah yang berkualitas mana yang tidak. Saat saya mendapatkan beasiswa untuk sekolah lagi, atasan saya ( si penjilat nomor wahid)  bilang saya ngak boleh sekolah entah dengan alasan ngak jelas.  Alhasil saya potong kompas dan menemui pak big bos yang mengijinkan saya sekolah bahkan berpesan bila sudah selesai manfaatkanlah ilmu agar bisa mendapat karir yang lebih baik.. Saya sangat terharu.  Bos saya tahu potensi anak buah tak boleh di sia sia, kesempatan harus merata diberikan pada semua orang bahkan untuk orang yang dinilai tak bekerja baik sekalipun.

Ada lagi mantan bos yang elegant menghadapi penjilat. Tawaran makan siang hingga hadiah dia terima,  tapi penilaian kerja tetap di nilai secara adil dan sesuai sistem. Saya pernah mendapat tipe bos model begini, bahkan si penjilat tetap dimarahin saat bikin salah. Jadi semua tergantung watak si pimpinan juga sih. 

2. Watak manusia

Saya rasa penjilat 80 persen adalah tipe orang yang haus akan jabatan atau kedudukan yang lebih tinggi dalam kalimat lugas mungkin di sebut Berambisi tinggi!  Wajar dan harus dong punya ambisi tinggi, selama kamu punya kemampuan tapi asal tidak dengan cara curang.  Mungkin juga orangtuanya selalu bilang ia harus jadi yang terbaik dengan segala cara meskipun caranya adalah menjegal hak orang lain.

Saya yakin watak manusia terbentuk karena pengaruh didikan orang tua,  guru dan lingkungan. So saat lihat ada penjilat saya sih cuma bergumam dalam hati mungkin tujuan hidupnya hanya untuk mengejar jabatan dan uang.  Kasian,  pasti hidupnya hampa!
Orang lain, kolega kerja, bahkan bos kamu adalah manusia yang tak bisa kamu ubah.  Seseorang yang bisa kamu ubah adalah dirimu sendiri!  Kita ngak harus mengalahkan si penjilat karena hukum alam akan mengalahkannya di suatu masa,  yang perlu kita lakukan ada menyikapinya agar mentalitas dan otak kita tetap waras.
So here are my tips!

1. Tetap lah bekerja dengan baik

Memang rasanya gerah ya maakk lihat tuh orang.  But what you can do?  Nothing right!  So don’t waste your time.  Tetaplah bekerja sesuai dengan porsinya,  jangan merasa kerja keras anda tak bernilai.  Ingatlah bahwa bos kamu bukan si penjilat so don’t have to impress her or him.  Biasanya si penjilat makin senang saat tahu banyak temannya yang iri dengan keberhasilannya.  So keep your path,  do what you have to do and enjoy the ride!

2.  Jangan buat kesalahan kecil

Pesan saya cuma satu kerjakan tugas atau porsi kerja anda dg baik.  Ngak usah kerja keras banget,  bisa aja tapi jangan bikin celah si penjilat untuk mencari kesalahan anda,  meskipun itu terlihat kecil dan remeh. Misalnya anda suka keluar makan siang terlalu lama,  atau datang siang.  Biasanya penjilat suka bawa-bawa anak orang lain untuk di jatuhkan di depan bos agar dia terkesan perhatiaaan banget sama kantor atau rasa memiliki kantor yang besar.  Dalam beberapa kasus penjilat akan memulai percakapan dengan ceritakan keburukan orang loh.

3. Tambah wawasan dan kemampuan

Salah satu kelemahan penjilat adalah mereka biasanya tidak punya kemampuan alias isi otaknya nol besar. Toh kalau dia mampu,  pinter,  cerdas ngapain pakai cara licik iya ngak?  Kalahkan dia dengan menambah wawasan atau mengasah kemampuan yang kamu bisa.  Misalnya kamu ikut training yang berhubungan dengan pekerjaan cari lah yang keluar negeri biar kelihatan lebih berbobot, asah kemampuan bahasa dengan les,  atau ikut seminar singkat.  Kemampuan yang terasah akan membuat kamu lebih mahir,  lebih ‘terlihat’ di mana Bos.

4. Jadi diri sendiri

Ngak perlu jadi penjilat untuk mengapai cita kawan! Ada teman yang jengkel banget sama si penjilat,  dan susah untuk jadi penjilat krn teman saya ini tipe orang pendiam.

Kalau kamu jd penjilat juga pertama kamu merendahkan level karakter pribadi mu  it ain’t cool!  Kedua kamu hanya akan menambah tebaran bibit buruk dalam kehidupan mu. Ahh banyak cara halal menuju Roma kok!

5.  Bersabarlah azab akan segera datang

Saya bukan dari keluarga yang mampu secara ekonomi, sehingga sejak SMA saya sudah bekerja paruh waktu.

Pengalaman bertahun tahun dengan berbagai jenis orang, tipe kantor dan karakter bos yang berbeda lah yang akhirnya membuat saya sudah kebal dengan si penjilat.

Mulai dari si penjilat yang kalau rapat suaranya paling kenceng,  pas suruh kerja ngak mampu.

Paling benci sama penjilat yang mulutnya manis banget depan bos,  tapi kalau si bos ngak ada sok pura-pura benci si bos.. Mengerikan!

Ada juga yang hobbynya bawain makanan buat bos, apa mungkin dia punya catering?  Wah wah wah jangan-jangan makanan sisa dikasih ke bos  🙂
Saat ada teman yang resah atau kesel karena si penjilat menang saya cuma bilang ‘Tuhan ngak diam.. Suatu hari nanti pasti kena apes!  Just a matter of time”


Saya ngelihat sendiri kok bagaimana hidup si penjilat tak pernah merasa puas,  udah punya jabatan,  punya uang masih aja merasa kurang. Seperti ada rongga yang hilang dlm hidupnya kian hari makin menyesakkan dada. Mungkin itulah pesan dalam kitab suci Al quran yang menyebut cari lah rezeki yang halal!  Halal tidak menjegal,  tidak menjelekkan orang demi keuntungan pribadi.  Ingat Tuhan ngak pernah tidur, orang yang mengambil hak orang lain nauzubillah minzalik cepat atau lambat akan terkena azabnya.

Mungkin bukan dia,  tapi anaknya,  cucunya cicitnya well u never know.

Tetap bekerja lah dengan elegant, rezeki sudah ada yang mengatur,  porsi rezeki masing – masing orang sudah di atur Tuhan dengan adil.

Jangan gundah atau bahkan iri, krn hanya akan menambah beban hati, tetaplah berkarya,  tetaplah bekerja keras karena dengan begitu kamu memupuk rezeki baik untuk dirimu. Nggak ada kerja keras dan kesabaran yang sia-sia.

Buat kamu si penjilat yang sedang membaca tulisan ini, bacalah pesan saya di ‘pantat’ truk ini.

Khusus untuk mu,  semoga berbahagia!

Peace love and gaul 🙂

Keep in touch with me!  TWITTER atau INSTAGRAM  FACEBOOK FANS PAGE 

Tabik,
Turis Cantik 

Sumber: Menghadapi penjilat ala Nabi Muhammad SAW / REPUBLIKA

Leave a Reply

Instagram