Traveling Trip Indonesia

THE AMAZING UJUNG KULON

Guncangan keras membangunkan saya dari tidur panjang di bis tanpa
pendingin yang membawa saya ke ujung kulon di akhir bulan November yang
dingin krn hujan sering turun.
Saya masih ingat terpaan angin
sejuk di sertai suara rintik hujan yang saya rasakan pagi itu, “ pagi
yang aneh !“ begitu gumam saya, selain krn guncangan keras karena jalan
yang penuh lubang yang harus kami lewati , keanehan lainnya adalah saat
saya mendapati sepanjang mata saya memandang tak satu pun wajah yang
terlihat familiar dalam bis ini.


Saya memang baru berkenalan
dengan 14 orang yang kebanyak mirip actor dan aktrist hong kong ini di
awal perkenalan seblum memulai trip yang dengan logat lucu mereka
bilang “ trip UK” bukan united kingdom ya..tapi ujung kulon! Hahahah…



Jangan heran saat anda menuju ujung kulon guncangan di bis atau
mobil yang anda tumpangi akan semakin kuat terguncang ..semakin kuat
guncangannya itu pertanda anda sudah memasuki bibir lokasi terakhir
sebelum menyebrang ke ujung kulon , nama jalan yang permukaannya bak
bulan itu adalah jalan Taman Jaya. Kira kira butuh satu jam sebelum
akhirnya sampai di ujung taman jaya yang tak lain adalah hamparan laut
sunda.





Ah..bokong panas rasanya! Jalan taman jaya ini
hebatttt!!!! Saran saya pilih lah kursi di barisan depan bis, jangan
sok duduk di kursi yang berada tepat di atas ban belakang. Pakailah
teori saat masa sekolah dulu “PMP” : posisi menentukan
prestasi..anggaplah keluar dari kursi tanpa bokong panas prestasi
tersendiri 😉

Saya jujur senang bisa ke ujung kulon dalam trip
kali ini , saya dan teman saya ( yang baru saya kenal) pernah
berbincang tentang konsep “travelling “ atau “ jalan jalan “ yang
menurut saya bisa mendapat perspektif yang berbeda buat semua orang.
Bukan bermaksud sok atau merendahkan yang lain, tapi saya nggak pernah
masuk dalam konsep “jalan jalan”, saya jarang nginep di hotel atau
hostel bukan krn nggak punya duit, tapi tidur di bawah bintang dalam
pelukan sleeping bag atau menghangatkan diri dalam tenda lebih pas buat
saya ( disamping juga kedengarannya kok romantis sekali ya ).


Karena
saya bukan jalan jalan ( iya sih saya jalan pakai kaki ) tapi ada rasa
yang berbeda saat bisa tidur di tempat tidur reot yang tiap hari
menemani para nelayan, makan hanya indomie yang di masak pakai kompor
kecil dan dimakan bersama sama, menyalami tangan kasar para pejalan
kaki local, mengamati dialek mereka..berbincang..mengenal..bertukar
ide..beruntung karena konsep itu yang saya dapat dalam trip kali ini.




Tidak
perlu bercerita panjang tentang ujung kulon, tempat ini indah kalau
anda datang bukan pada musim penghujan. Cuaca memang tidak bersahabat
saat saya datang, hujan kerap menerpa saat sedang asik snorkeling.
Terumbu karangnya menurut saya biasa ajah, lebih bagus di pulau seribu.



Saran saya cari lah nelayan yang benar benar mengerti lokasi di
mana titik spot yang paling bagus saat anda mau snorkeling atau diving,
krn namanya juga laut saat titik ekuatornya meleset maka yang keliatan
Cuma batu dan terumbu karang yang sudah mati.

Ada beberapa pulau
yang anda bisa datangi di gugusan pulau pulau kecil di ujung kulon,
saran saya datang lah ke pulau peucang yang pasirnya selembut sutra.
Pulau cibom tempat trekking yang menanjang tapi di ujung pulau ini ada
batu batu curam yang keren banget. 





Pertanyaan yang sering
muncul tentang ujung kulon adalah “ dimana bisa liat badak?”…saya tidak
menemukan badak, saya hanya menemukan bahan buangan badak alias “ tokai
“ yang sumpah gede banget bos! 😉 menurut refernsi yang saya baca,
badak itu mahkluk punya insting kuat saat ada manusia mendekat dalam
jarak yang jauh sekali pun.Kalau pun anda penah liat badak di buku atau
majalah, saya pastikan kamera di letakkan di hutan semalaman atau
bahkan seharian dalam posisi “on” jadi bila beruntung rupa badak bisa
terbidik kamera.


Masih ada beberapa pulau lain di ujung kulon yang bisa anda pilih. Hey jangan lupa naik kano ya.
Pengalaman
mendayung kano sambil melihat ulat melilit di pohon sepanjang sungai
bisa menjadi pengalaman “deg degan “ yang tak terlupakan. Saran saya
banyak berdoa di atas kano, takut ularnya nggak dapat makan hari itu
hehehhe..



Saran saya lagi, tidur lah di dermaga hanya dengan
sleeping bag di pulau mana pun anda tidur. Hanya di bawah gulita malam
lah anda bisa melihat dengan jelas bintang bahkan bintang jatuh (
pastikan cuaca cerah ) I did it..god it was so amazing.


Kebanyakan
pulau di ujung kulon tanpa penghuni, setau saya hanya peucang yang
dihuni petugas penjaga, itu pun jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Saat
saya berangkat gunung krakatu dalam status “ waspada” akibatnya ada
empat orang yang membatalkan trip ini..mh..sayang sekali krn dari pulau
cibom tempat saya memasang tenda, saya dengan jelas bisa melihat
krakatua yang dimalam hari mengeluarkan asap pekat, meskipun rada
jauhhhh dan kecillll dari tempat saya, tapi gempa tremor krakatua
sampai ke tempat saya.



Dua hari pasca pulang di uk saya
membaca di detik.com gempa 5,4 skala richter menguncang ujung kulon,
alhamdulilah sudah pulang tapi kok saya jadi kepikiran badak badak itu
ya..hope god bless them 😉

Leave a Reply

Instagram