Traveling Trip Mancanegara

The Buchenwald Concentration Camp, Germany


CAMP YAHUDI JERMAN – Melihat dan membuka kembali kumpulan foto dalam kamera digital ini,
saya jadi kembali teringat perjalanan saya dan sekumpulan orang asal
beijing di pagi yang cukup dingin kala itu.

Bis yang hanya 1 kali
dalam satu jam dari Weimar membuat saya harus bagun pagi – pagi sekali,
krn kami juga tak mau melewatkan sepanjang hari itu untuk mengali
sebanyak mungkin sejarah tentang Buchenwald dan membaginya sedikit
cerita kepada orang lain seperti yang saya lakukan saat ini “menulis in
my blog “.
The Buckenwald berada di sebuah hutan terpencil 2
kilometer dari kota kecil bernama Weimar di jerman timur ( pendudukunya
hanya kira kira hanya 45 ribu orang ). Sebagai sebuah camp konsentarasi
massa, tempat ini sangat ideal krn terpencil dan jauh dari pusat kota,
bahkan saat saya menuju ke sana di tahun 2008 hutan ini masih jauh dari
peradaban bisa di bayangkan bagaimana kondisinya di tahun 1945, bahkan
dari sebuah literature yang saya baca, warga yang saat itu tinggal di
weimar tidak pernah tau ada sebuah camp pengungsian tak jauh dari
tempat mereka tinggal.

Sebuah film pendek berdurasi 15 menit mengawali kunjungan saya kali ini.
Sebuah
peta berbahasa inggris dan sebuah audio bernarasi sudah saya pegang dan
di gantung di leher..saya pun jenjejakkan kaki di Buchenwald…..

Saya
cukup merinding untuk membayangkan apa yang pernah terjadi di tempat
ini puluhan tahun lalu, dingin yang menusuk dan angin yang kencang
membuat saya semakin miris membayangkan penghuni yang harus tinggal di
camp dalam sebuah bangunan seadanya, tanpa makan, sanitasi yang buruk,
penyiksaan, kerja rodi dan hidup yang tinggal menunggu mati…

Menurut
seorang mantan penghuni camp ( dalam film pendek itu ), tempat ini
pertama kali di buka pada tanggal 11 april 1945, tujuan di bangunanya
untuk menampung tahanan politik dalam masa regime nazi, yahudi , kaum
hippies dan homoseksual. Setelah perang dunia kedua di mulai, penghuni
camp 95 % bukan hanya dari jerman , tapi juga dari beberapa negara
lainnya seperti Rusia tentunya dengan alasan yang status hampir sama.
Awalnya camp ini hanya menampung tahanan pria, namun pada musim gugur di tahun 1944 wanita dan anak-anak juga di tahan di sini.
50.000
orang meninggal di Buchenwald dalam periode 1937-1945, 250 orang lagi
meninggal hanya dalam kurun waktu 1 minggu sejak masuk ke dalam tahanan.

Pria
tua dalam film pendek itu bercerita ( sayang saya lupa namanya), dia
datang datang saat berusia 14 tahun di awal musim dingin di tahun 1946,
pria yang sekarang berusia sekitar 70an itu adalah tahanan anak, ia di
tahan karena keluarganya bekerja di sebuah surat kabar yahudi. 
Menurutnya,
awalnya semua tahanan akan di bawa dengan menggunakan kereta api yang
gelap ke Buchenwald, Saat tiba mereka di telanjangi dan di cukur
rambut, cukur rambut adalah awal penderitaan, krn petugas cukur akan
mencukur rambut seenaknya, bila sial bukan hanya rambut yang
terpotong,kulit kepala pun ikut teriris.
Selanjutnya mereka akan di
beri pakaian berwarna bergaris biru tua dan abu abu ( bisa di lihat di
foto ) ,sebuah tempat makan dan tempat minum dari besi.

Setiap
tahanan mempunyai klasifikasi, di bedakan dari sebuah tanda segitiga
berwana yang di sematkan di lengan kanan baju mereka dan mereka juga
akan di tempatkan di camp yang berbeda.

Tahanan politik mempunyai
tanda segitiga merah , homoseksual segitiga berwana biru , yahudi
segita berwarna kuning. Bila tahanan ini adalah tahanan politik dan
yahudi maka dia akan mengenakan dua segitiga dengan warna yang berbeda.
Yahudi dan homoseksual adalah penghuni yang paling menderita krn mereka
kerap di siksa lebih keras dan jarang di beri makan.



Di dalam
camp mereka akan tidur dalam dalam sebuah bangunan tanpa pemanas
ruangan yang bila musim dingin tiba dinginnya akan menusuk tulang (
sebagian penghuni meninggal dalam musim dingin), pada masa awal camp di
buka makanan memang di sortir hampir setiap hari namun sejak di
mulainya perang dunia ke dua stock makanan semakin berkurang dan tak
pernah di kirim lagi. Setiap hari mereka harus kerja rodi untuk
membangun rel kereta api, membuat jembatan dll, tanpa makan, sanitasi
yang buruk dan tidak boleh sakit…Krn bila ada penghuni yang sakit
mereka akan di Kremasi atau di bunuh dengan sengaja. Memang ada tenaga
perawat, namun jumblah penghuni yang over limit , membuat tak semua
penghuni bisa tertangani. Tenaga dokter dan perawat pun hanya ada di
awal di bukanya camp, mereka pun menghilang sejak perang dunia ke 2 di
mulai.


Bangunan pertama adalah sebuah tempat penjaga yang
sekarang di jadikan pusat informasi Buchenwald, masuk lah langsung ke
dalam Buckenwald krn angin kencang dan dingin akan menyambut ( padahal
saya datang di musim panas ). Camp untuk tahanan politik berada paling
depan, saya pun masih dapat melihat dengan jelas semua barang yang
berada di dalamnya walupun hanya melalui kaca jendela yang buram.
Sebuah
gerbang utama menuju ke camp saya lewati dengan perasaan penasaran
tentang apa yang ada di baliknya, saya mendapati sebuah lahan berpasir
yang sangat luas menjadi pemandangan yang kembali membuat saya
merinding.

Lahan ini sangat luas, saya pun membuka sepatu
untuk dapat merasakan pasir itu…. Dingin…dan butiran pasir cukup
tajam untuk bisa menusuk dan mengores kulit kaki. Di lahan ini lah
setiap pagi penghuni di kumpulkan untuk menerima tugas mereka hari itu,
sebuah lahan dari batu berwarna hitam dengan batu yang lebih tajam
menjadi tempat para penghuni berpijak, di depan mereka ada sebuah kayu
tertancap bertuliskan nomor block mereka.

Di lahan luas ini
juga ada sebuah tempat Kremasi, yang entah kenapa kamera saya tiba
-tiba mati atau gambar tiba – tiba gelap dan hal yang sama juga di
alami teman – teman beijing saya, jadi saya tak punya foto tempat itu.
Namun saya masih mengingat dengan jelas betapa takutnya saya saat
melihat tempat kremasi dari besi itu. Sampai saat ini saya masih
bingung dan heran kenapa kamera saya tiba-tiba mati..

Di sisi
sebelah kiri ada sebuah penjara bawah tanah, di sisi sebelah kanan ada
dapur umum, tempat kremasi, dan sebuah bagunan tempat tinggal penjaga
yang sekarang di jadikan 2 buah museum dan pameran foto.
Di dalam museum ini kita dapat dengan lengkap melihat berbagai peninggalan Buchenwald..

Beberapa nisan dan batu memorial juga terlihat di beberapa sisi lahan ini…

Sayangnya, saya tak sempat masuk ke dalam hutan untuk melihat tempat pengungsian yahudi krn keterbatasan waktu.

Namun
saya dan teman beijing saya hanya bisa tersenyum dalam perjalanan
pulang kami, krn akhirnya kami dapat melihat tempat itu, dan merasa
sangat beruntung dapat melihat tempat yang menjadi perjalanan sejarah
yang dulu hanya bisa kami lihat dalam buku sejarah.

Liebe,
Turis Cantik

Keep In Touch With Turis Cantik!

Leave a Reply

Instagram