Lifestyle Traveling

Etika ‘LEFT’ Dari Grup Whatsapp

Saya yakin semua orang pasti punya setidaknya tiga grup atau komunitas di telpon genggamnya. Apalagi aplikasi gratis di telpon genggam, sekarang banyak banget, mulai dari BBM Messanger, Line sampai Whatsapp Group.

Kebetulan saya bergabung dengan sejumlah grup di tiga social media tersebut. Menurut saya, punya grup yang isinya orang yang punya interest sama akan memudahkan komunikasi. Senang rasanya kalau Grup yang isinya orang yang  tidak dikenal,  kemudian jadi kenal, jadi sahabat bahkn bisa menjadi keluarga.

Aplikasi di telpon genggam yang paling banyak digemari sekarang ini, mungkin adalah grup Whatsapp. Aplikasi gratisan ini memang menjadi primadona, karena mudah diakses sehingga semua orang pun memilikinya. Ditambah lagi kini ada video call dan voice call yang semuanya juga gratis, setidaknya modal cuma kuota internet aja 😉 
Tapi seiring waktu, saya kadang gerah dengan beberapa grup Whatsapp yang saya  ikuti. Mau meninggalkan grup alias left kok kayaknya ngak enak, tapi kalau diam saja bikin geregetan. Hal yang sama juga dihadapi teman blogger saya, Ade Delina Putri . Menurut Ade ada etika menggunakan grup Whatsapp yang harus dipahami.
Misalnya kalau grup Whatsapp sudah keluar batas biasanya ada Admin yang akan mengingatkan. Kalau kita mau ‘left’ juga harus ada etikanya, jangan tiba-tiba meninggalkan grup tanpa permisi. Niat kita masuk ke dalam grup tersebut pasti, awalnya karena tertarik dan punya minat yang sama kan. Jadi awal yang baik harus juga dong, diakhiri dengan baik eaaa bahasa gue tumben bener 😉


Lalu apa yang biasanya membuat saya biasanya  ‘left’ dari grup Whatsapp ?
Biasanya sih karena OVER SHARING! saat bergabung dalam grup pasti dong ada tittlenya misalnya Grup SMA ( isinya kumpulan teman sekolah yang ngomongin nostagia dan kapan temu kangen) Grup Kantor ( isinya ngomongin kantor ), Grup Blogger ( isinya bagi info tentang dunia blogging ). 
Tapi kadang judul grup meleceng jauh saat ada oknum yang mulai misalnya ngomong hal diluar konteks, curhat masalah pribadi, nyidir orang lain yang ada di dalam grup yang sama atau bahkan isinya cuma ngomongin orang . Menurut saya sih jadi ngak bermutu ya. 
Saat grup tersebut sudah melenceng dari tujuan awal saya bergabung, maka saya akan left dengan cara yang santun. Pasti kamu merasa dongkol saat obrolan chat sudah mulai ngalor -ngidul, ditambah kamu tidak ‘mute’ notifikasinya.

Nah, lalu bagaimana cara mudah tanpa menyinggung perasaan teman lain di grup Whatsapp tersebut? ini dia trik saya.

1. Cari alasan yang tepat

Alasan yang terdengar ‘klise’ bisa menjadi pilihan kamu saat memutuskan meninggalkan grup yang sudah tidak nyaman. Misalnya ganti nomor hand phone, hand phone jadi sering ‘Hang’ karena kebanyakan grup. Biasanya alasan ini mudah dipahami karena banyak orang sering mengalaminya, padahal sih itu bukan alasan utama kamu ‘left’ dari grup itu. Ah bodo deh, yang penting Good Bye 😉

2. Gunakan kalimat yang santun 

Kalimat santun mudah banget dirangkai di social media, toh orang juga ngak bakalan lihat ekspresi  muka kita. Meskipun dongkol tapi gunakan bahasa yang baik dan santun saat memutuskan say ‘Good Bye ‘ pada grup tersebut .

3. Tetap bersilatuhmi 

Meskipun sudah tidak satu grup Whatsapp, ngak ada salahnya juga tetap menjaga silaturahmi dengan beberapa orang anggota grup tersebut, yang menurut kamu cocok diajak ngobrol atau chat. 
Mudah kan, ngak perlu merasa tidak enak saat harus memutuskan keluar dari grup Whatsapp kok. Paling penting adalah kamu nyaman saat buka handphone, yang ‘ngak asik’ apalagi bikin mood jadi ngak asik, lebih baik dibuang jauh-jauh 😉

Liebe, 
Turis Cantik 

All photos credit to pixabay

Keep In Touch With Turis Cantik!

Leave a Reply

Instagram