Kuliner Traveling

Kuliner di Muara Karang

Masih terbayang di ingatan saat saya dan segerombolan pria ini
memutuskan untuk melewatkan makan malam kami saat itu di muara karang.
Kami berusaha menghilangkan kekwatiran tentang air pasang yang masih
mengancam, telphon sana sini untuk mencari rute yang paing tepat dari
pulo gadung….demi ikan segar…demi kebersamaan…

Saya selalu senang
jalan bersama para pria , Terlebih karena pria pria ini adalah teman
satu kantor dan saya sangat mengenal mereka dengan baik . saya tahu
akan di jaga dengan baik dan terlebih akan dibayarin heheheheh..
Gile
nya perjalanan dari kantor kami di pulogadung ke muara karang bertambah
ribet dan jauh karena si petunjuk arah sok tauuuuu…di tengah jalan ujan
pula…nyasar…hiks mau balik lagi tanggung, terpaksa jalan ujan ujan deh
karena naek motor ;(

Muara karang di kala malam terlihat cukup
menyeramkan , air pasang ternyata masih ada, ikan segar pun sudah nggak
ada sisa sisa doang karena kami sampai disana dinihari. Tapi kadang
mengeluh tak membantu dan menyelesaika masalah…kami pun ‘memaksa” diri
menikmati saja dan berharap tak ada lagi kesialan yang datang 😉


Pas
dateng banyak orang may I say as calo atau apa gitu yang nawarin 
(sebernya sih lebih ke arah maksa) tempat makan mereka. Karena kami
semua naik motor, otomatis nyari tempat yang ada lahan parkir, dan
cowok cowok ini juga kayaknya udah males mengalami kesialan berulang…ya
udah menerima penawaran apa pun deh.

Saran saya buat anda yang mau
makan di muara karang, mending beli ikan nya ajah deh di pasarnya dan
masak sendiri di rumah ya…I’m not suggest you to eat in kinda resto
yang nggak well recommended ini.

Kami tuh dapet tempat makan paling
belakang, yang saya heran tempat cuci tangannya ajah nggak ada air
gimana mereka mau mencuci ikan nya . aduhhh piringnya bos masa di lap
pake tisu karena berminyak banget, air teh nya bau nggak jelas, trus
karena abis hujan bau bauan nggak jelas banget deh ini tempat. Ikan nya
lebih amit amit lagi, saya yakin nggak di cuci, nggak dipake jeruk
nipis, nggak dimasak dengan matang.

Acara makan pun bukannya “enak
“ malah “eneg” hahahahahha… yang lebih heran lagi kan ikan, kepiting,
udang dll kita beli sendiri. Nah nggak semuanya dia keluarin dan
dimasakin buat kita, karena mereka kan Cuma masakin , bahan sea food
nya dari kita. Orang yang punya restoran juga masak nya di dalem dapur
yang tertutup gitu, dan yang bikin saya nggak habis pikir yang masak
tuh mas-mas calo yang diawal maksa kita buat ke restonya..behhh
pantesan ajah nggak enakk …aduh ancur amat.

Trus karena kami
datang udah over malemnya dan tempatnya mau tutup, yang punya tuh muter
lagu disko dangdut dengan volume gede banget, maksdunya biar kita pada
cabut ..uhhhh menyebalkan.
Hati-hati juga saat membeli ikan dan
seafood lainnya di pasar muara karang, kadang mereka jual nggak segar
dan bekas kemarin dan karena mereka tau kita mau makan di resto
harganya jadi mahal banget.


Saya sih nggak ada maksud untuk menuduh
dan membuat usaha orang orang itu jadi nggak jalan, karena mungkin ada
yang baca blog ini trus nggak jadi ke sana. Saran saya sih pilih tempat
yang bersih di depan ajah nggak usah ke belakang. Trus saat ke pasarnya
pastikan anda membawa teman atau keluarga yang benar benar tau cari
milih ikan yang benar ( pria kayaknya nggak cocok neh kalau miih ikan
taunya milih ayam doang 😉

Tapi meskipun acara pesta see food
nya nggak berjalan lancar, bau di sana sini, kehujanan, saya sangat
menikmati “kebersamaan “ bersama teman teman baru ini.

Berhubung saya juga baru bekerja di tempat baru ini , baru mulai penyesuaian so I need friends..

senangnya 😉

Liebe,
Turis Cantik 

Keep In Touch With Turis Cantik!

Leave a Reply

Instagram